MEMBUAT POLA BUSANA DENGAN TEKNIK KONSTRUKSI

Gambar
              MENGGAMBAR POLA DASAR A. Pengetahuan yang Diperlukan dalam Menggambar Pola Dasar 1. Penjelasan mengenai alat gambar pola dan tempat kerja           Dalam proses membuat pola busana dengan teknik konstruksi diperlukan  beberapa alat menggambar pola serta tempat kerja yang akan digunakan.  berikut merupakan peralatan yang dibutuhkan dalam menggambar pola : a. Pensil Hitam Pensil berfungsi untuk menggambar pola kecil saat proses merancang bahan. b. Penghapus Penghapus berfungsi untuk mengoreksi apabila terjadi kesalahan dalam  pembuatan pola c. Pulpen Hitam/Merah/Biru Pulpen ini berfungs untuk mewarnai pola-pola sesuai dengan bagian  bagiannya. d. Buku Kostum/Pola e. Skala Skala adalah alat pengukur yang dibuat dari kertas yang cukup tebal  tetapi lentur (misalnya karton manila). Skala digunakan untuk menggambar  pola yang diperkecil. Biasanya skala dibuat dalam ukura...

kkn



PERMASALAHAN, PENDEKATAN SOSIAL, PROGRAM KERJA

A.           IDENTIFIKASI MASALAH
Kemajuan suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia di dalamnya. Peningkatan Sumber Daya Manusia antara lain Sumber Daya Alam, kemudahan akses menuju pusat pemerintahan, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan pelayanan pemerintahan, dan terjaminnya pelayanan kesehatan. Kabupaten Semarang terdiri dari 19 Kecamatan,. salah satunya adalah Kecamatan Tuntang. Kecamatan Tuntang terdiri dari 16 desa dan kelurahan. Salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tuntang adalah Desa Tuntang. Desa Tuntang memiliki luas wilayah 272.380 Ha dan wilayah yang memanjang terdiri dari 6 dusun. setiap dusun memiliki jarak dan karakteristik yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi sumber daya manusia yang di dalamnya.
            Melalui survei observasi lapangan yang kami lakukan banyak informasi yang kami dapatkan mengenai masyarakat dan kegiatan-kegiatannya. Untuk kegiatan rutin masyarakat di Desa Tuntang adalah kumpulan rutin bapak-bapak, PKK yang selalu di adakan untuk masing-masing RT, serta Posyandu. Melalui kegiatan tersebut kami mahasiswa KKN memperoleh berbagai informasi dari masyarakat tentang kondisi Desa yang sesungguhnya.
            Setelah melalui survei observasi lapangan terkait dengan potensi dan permasalahan Desa Tuntang, maka dapat di identifikasikan permasalahan dalam 4 (empat) bidang yakni bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang kesehatan, serta bidang lingkungan dan infrastruktur.

B.            RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat di rumusan masalah sebagai berikut:
1.        Bagaimana cara membantu siswa SD untuk mendapatkan  pembelajaran selain di sekolah?
2.        Bagaimana cara meningkatkan kreativitas anak melalui origami di Taman Kanak-Kanak?
3.        Bagaimana upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan daun eceng gondok yang ada di sekitar lingkungan?
4.        Bagaimana cara menumbuhkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini pada siswa Taman Kanak-Kanak di Desa setempat?
5.        Bagaimana cara meningkatkan kesadaran orang tua dan anak-anak tentang kesehatan gigi dan mulut pada siswa Taman Kanak-Kanak di Desa setempat?
6.        Bagaimana memaksimalkan fungsi Posyandu dalam setiap pelaksanaannya?
7.        Bagaimana cara untuk meningkatkan kesadaran siswa SD dalam membuang dan membedakan sampah pada tempatnya (organik dan anorganik)?
8.        Bagaimana cara menumbuhkan cinta lingkungan pada masyarakat setempat dan kerja bakti?
9.        Bagaimana cara menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah global warming?
10.    Bagaimana mengembangkan sarana yang ada di Desa?

C.           PENDEKATAN SOSIAL
Beberapa kegiatan yang dilaksakana mahasiswa KKN Unnes di Desa Tuntang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam setiap program sangat besar pengaruhnya bagi kesuksesan dan keberhasilan tiap-tiap program. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan sosial untuk memperlancar pelaksanaan program. Pendekatan sosial yang dilakukan terhadap masyarakat melalui Kepala Desa, Kepala Dusun, Guru Sekolah Dasar, Guru Taman Kanak-Kanak, Bidan Desa, Kader Posyandu, dan masyarakat secara langsung.
            Mahasiswa mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Tuntang untuk lebih mengenal situasi dan kondisi masyarakat. Kegiatan yang diikuti berupa Piket setiap hari Senin-Jumat di Balai Desa, Posyandu, kerja bakti, senam rutin setiap hari Minggu di rumah Kepala Desa dan Kantor Kecamatan, serta kegiatan warga yang lainnya. Pendekatan sosial kepada Kepala Desa, Kepala Dusun, Guru Sekolah Dasar, Guru Taman Kanak-Kanak, Bidan Desa, Kader Posyandu, dan masyarakat secara langsung dilakukan dengan silaturahmi dan mengkonsultasikan kegiatan yang bersangkutan.

D.           RENCANA PROGRAM KERJA
Berdasarkan paparan diatas, tim KKN UNNES mengadakan program kerja sebagai berikut:
No
Tema
Program
Koordinator
1
Pendidikan
Bimbingan Belajar
-              Muslim Al-Mufti Hanif
Pembelajaran Origami
-              Riza Muzayin
2
Ekonomi
Pelatihan Pembuatan Kertas dari Daun Eceng Gondok
-              Ardi Prasetio
3
Kesehatan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
-              Ade Rossetia
Kesehatan Gigi dan Mulut
-              Nur Indah Sulistiyani
Posyandu
-              Shinta Juwitasari
4
Lingkungan dan Infrastruktur
Pembuatan Tempat Sampah (Organik dan Anorganik)
-              Eko Novianto
Kerja Bakti
-              Aditya Pradana
Penanaman Pohon
-              Kelompok
Pembuatan Profil Desa
-              Fanny Monica H. B.
Pembuatan Struktur Organisasi Balai Desa
-              Anton Sujarwo
Plangisasi Kepala Dusun
-              Aditya Pradana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBUAT POLA BUSANA DENGAN TEKNIK KONSTRUKSI

Revitalisasi Topeng Cirebon